Headlines News :
  • Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

    Asal-Usul dan Teori Tentang Virus HIV/AIDS

    Oleh : Miswawtun Khasanah 

    Perdebatan seputar asal usul AIDS telah sangat menarik perhatian dan sengketa sejak awal epidemi. Namun, bahaya mencoba mengenali dari mana AIDS berasal. Orang-orang dapat menggunakannya sebagai bahan perdebatan untuk menyalahkan kelompok tertentu atau gaya hidup. Kasus AIDS pertama ditemukan di AS pada 1981, tetapi kasus tersebut hanya sedikit memberi informasi tentang sumber penyakit ini. Sekarang ada bukti jelas bahwa AIDS disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HIV. Jadi untuk menemukan sumber AIDS kita perlu mencari asal usul HIV.

    Asal usul HIV bukan hanya menyangkut masalah akademik, karena tidak hanya memahami dari mana asal virus tersebut tetapi juga bagaimana virus ini berkembang menjadi penting sekali untuk mengembangkan vaksin HIV dan pengobatan yang lebih efektif. Juga, pengetahuan tentang bagaimana epidemi AIDS timbul menjadi penting dalam menentukan bentuk epidemi di masa depan serta mengembangkan pendidikan dan program pencegahan yang efektif.

    Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu.

    Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapkan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.

    1.”Teori Monyet Hijau”

    Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam.

    Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. 

    Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.

    2. “Pohon keturunan”

    Filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui supercomputer di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah ‘melompati spesies’, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.

    Zenbook Prime, Ultrabook untuk Kerja dan Main

    Tipis dan ringan, itulah dua kelebihan yang ditawarkan oleh ultrabook dibandingkan notebook biasa. Namun, seringkali dimensi fisik tersebut mengorbankan faktor lainnya seperti kinerja dan harga yang membumbung tinggi.

    Nah, lewat Zenbook Prime UX32VD, Asus coba menawarkan produk  all-rounder yang bukan hanya memiliki lekuk tubuh langsing ala ultrabook, namun juga spesifikasi hardware yang relatif bertenaga sambil tetap mempertahankan harga yang bersahabat. Berhasilkah upaya Asus?

    Desain

    Layaknya ultrabook, Asus Zenbook UX32VD mangusung tampilan tipis dengan ketebalan maksimum 18mm. Tubuh ultrabook meruncing ke arah pinggir (tapered design), sementara jenis material yang digunakan adalah aluminium.

    Adapun bobotnya relatif ringan, hanya sekitar 1,45 kg sehingga tidak terlalu membebani pengguna ketika dibawa di dalam tas.

    Logo Asus tertera di bagian belakang layarnya yang terbuat dari polished aluminum. Warna perak menjadi tema utama ultrabook ini. Stiker logo pun berwarna putih dan abu-abu agar selaras. Asus menempatkan seluruh port input/ output di sisi kanan dan kiri ultrabook ini.

    Deretan konektor di sisi kiri adalah :
    - 1x USB 3.0
    - SD Card Reader

    Sementara konektor di sisi kanan adalah :
    - 2x SUB 3.0
    - 1x HDMI
    - 1x Mini-VGA
    - Headphone-out jack (3,5mm, audio-in combo)
    - Adaptorberukuran relatif besar untuk ukuran komputer jinjing, yaitu selebar 10.5 x 7cm. Seluruh permukaannya sensitif terhadap tekanan, jadi pengguna bisa menekan di area manapun  untuk memberikan input. Tombol klik kiri dan kanan dibedakan dengan sebuah pemisah di bagian bawah. Tentu saja, touchpad ini pun mendukung input multi-gesture seperti two-finger scrolling.

    Untuk memudahkan pengguna ketika mengetik dalam kondisi kurang cahaya, keyboard Asus Zenbook UX32VD dilengkapi fasilitas backlighting yang intensitasnya bisa diatur menggunakan tombol function.

    Sayang, Asus Zenbook UX32VD tidak memiliki port ethernet dan VGA built-in. Padahal, kedua fitur ini adalah kelengkapan yang cukup vital, terutama untuk pengguna bisnis dan kantoran yang seringkali harus menyalurkan keluaran gambar ke perangkat display tambahan serta tersambung ke jaringan melalui kabel.

    Sebagai gantinya, Asus menyediakan dongle VGA dan ethernet terpisah, lengkap dengan sebuah pouch mungil yang bisa dimanfaatkan untuk membawa kedua alat tersebut dalam perjalanan.

    Uji Pemakaian


    Asus Zenbook UX32VD dilengkapi dengan prosesor dual-core Intel Core i5-3317U berkecepatan 1,7 GHz, dipadu RAM DDR3 sebesar 4 GB.

    Kombinasi ini udah lebih dari cukup untuk menangani berbagai macam skenario penggunaan, mulai dari sekedar menjalankan word processing, berselancar di internet, hingga photo editing.

    Menjalankan aplikasi multimedia pun tak masalah. Film full-HD (1080p) dapat dimainkan dengan lancar. Akan tetapi, resolusi layar 1366x768 yang terbilang standar pada Asus Zenbook UX32VD sedikit mengurangi keasyikan saat bermultimedia.

    Kualitas display dari Asus Zenbook UX32VD pun relatif biasa saja. Tak ada rasio kontras super tinggi yang bisa membuat gambar tampil kinclong. Walaupun begitu, untuk penggunaan casual ataupun bekerja, tampilan layar ultrabook ini sudah memadai.

    Layar unit sample Asus Zenbook UX32VD yang diterima KompasTekno menggunakan jenis permukaan matte sehingga meminimalisir pantulan dari lingkungan sekitar.

    Sebagai informasi, Asus menjual varian lain dari Zenbook UX32VD yang memilkki layar IPS ber-resolusi 1920x1080. Kualitas tampilannya lebih tinggi, tetapi harganya lebih mahal pula.

    Asus Zenbook UX32VD menggunakan media penyimpanan hard disk berkapasitas 500 GB yang dipercepat dengan SSD cache sebesar 24 GB. Kombinasi dua medium berbeda jenis tersebut membantu mempercepat waktu tunggu saat loading aplikasi.

    Ultrabook ini pun menyediakan fasilitas Instant-on sehingga mampu menyala kembali dalam waktu 2 detik begitu "dibangunkan" dari mode sleep.

    Bagaimana ketika ultrabook ini dipakai mengetik? Tombol-tombol Asus Zenbook UX32VD terasa cukup empuk dan memberikan feedback yang cukup positif sehingga terasa nyaman untuk menulis. Sayangnya, touchpad UX32VD yang berukuran besar justru terasa mengganggu.

    Walaupun responsif, seringkali touchpad yang lebar ini tersentuh secara tidak sengaja dan (dalam kebanyakan kasus, oleh ibu jari tangan kanan) sehingga memberikan input yang tidak dikehendaki. Karena ukuran fisiknya yang relatif besar itu, penempatan touchpad yang persis di tengah palmrest terkesan tidak optimal.

    Selain pemroses grafis Intel HD 4000 bawaan prosesor Core i5 yang tertanam di dalamnya, Asus Zenbook UX32VD dilengkapi dengan discrete graphics berupa Nvidia GeForce GT 620M.

    Tergoda untuk menjajal kemampuan gaming ultrabook ini, KompasTekno menjalankan sebuah judul game dengan kebutuhan sistem sedang, yaitu Mass Effects 3.

    Hasilnya, game mampu dijalankan dengan frame rate di atas 30 FPS dengan setting grafis maksimum di resolusi native layar (1366x768) , termasuk menyalakan fitur anti-aliasing. Akan tetapi hal tersebut hanua berlaku untuk scene indoor saja. Begitu tokoh utama game terlibat pertempuran di area outdoor, angka FPS langsung menurun jauh.

    Kartu grafis GeForce GT 620M sendiri bukanlah tipe pemroses grafis yang ditujukan untuk bermain game kelas berat. Pengguna masih dapat memanfaatkan Asus Zenbook UX32VD untuk bermain judul-judul game yang tidak terlalu menuntut, tetapi beberapa kompromi perlu dilakukan agar game bisa berjalan mulus, seperti menurunkan resolusi dan detail grafis.

    Sebagai tambahannya, dengan pemroses grafis Nvidia ini pengguna bisa memanfaatkan akselerasi GPU (CUDA) di sejumlah aplikasi, seperti pengolah foto Adobe Photoshop dan software video encoding. Akselerasi CUDA bisa mempercepat tugas-tugas yang berkaitan dengan video atau pengolahan gambar.

    Dengan teknologi Optimus, pengoleh grafis GeForce GT 620M hanya akan diaktifkan ketika ultrabook menjalankan aplikasi yang perlu tenaga pemrosesan maksimal, seperti game. Di luar itu, seperti ketika mengetik dan browsing, grafis terintegrasi Intel HD 4000 akan mengambil alih sehingga menghemat baterai.

    Soal ini, daya tahan baterai Asus Zenbook UX32VD termasuk standar untuk ukuran ultrabook sekelasnya, kalau bukan sedikit lebih rendah.

    Ketika dipakai untuk browsing dengan WiFi, baterai ultrabook ini mampu bertahan selama lebih dari 4 jam. Saat dipaksa bekerja keras dengan game, angka tersebut turun di bawah kisaran 3 jam.

    Kesimpulan

    Dengan spesifikasi hardware dan tubuh langsing yang dimilikinya, Asus Zenbook UX32VD adalah perangkat mobile serba bisa yang mudah dibawa kemana-mana.

    Ultrabook ini bisa dibilang mampu menangani hampir semua kebutuhan pengguna kasual, mulai dari menyelesaikan pekerjaan hingga menemani pemakainya bermain game.

    Sedikit kekurangannya terletak pada ketiadaan port VGA dan Ethernet yang cukup penting. Sebenarnya kedua port ini memang tidak umum ditemukan pada ultrabook karena relatif memakan tempat. Inilah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan tubuh langsing ultrabook.

    Sebagai solusinya, Asus menyediakan dongle VGA dan Ethernet. Pengguna harus berhati-hati agar tidak kehilangan dua alat ini ketika membawanya di perjalanan.

    Kekurangan lain terletak pada touchpad yang sedikit terlalu lebar sehingga seringkali tersentuh tanpa sengaja.

    Di luar itu, ultrabook ini bisa diandalkan untuk menemani penggunanya saat mengerjakan tugas serius dan bermultimedia.

    Saat ini Asus Zenbook UX32VD dijual dengan kisaran harga Rp 9 juta. Di Indonesia, Asus juga menyediakan Zenbook Prime UX32VD dengan prosesor Intel Core i7-3517U (dual core 1,9 Ghz) dan layar IPS ber-resolusi 1920x1080 dengan harga sekitar Rp 11,5 juta.

    Asus Zenbook UX32VD

     Kelebihan:
    + Discrete graphics NVIDIA GeForce GT 620M
    + Desain menarik dengan casing aluminium tipis dan backlit keyboard
    + Menyediakan adapter VGA dan ethernet
    Kekurangan:
    - Touchpad sedikit terlalu lebar
    - Daya tahan baterai kurang memuaskan
    - Kualitas layar biasa saja
    Spesifikasi:
    Prosesor: Intel Core i5-3317U (dual-core, 1,7 GHz)
    Sistem Operasi: Windows 7 Home Premium
    Memori: 4 GB DDR3
    Layar: 13,3 inci, 1366x768
    Grafis: Intel HD 4000, NVIDIA GeForce GT 620M
    Storage: Harddisk 500 GB + 24 GB SSD cache
    Konektivitas: WiFi 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 4.0
    Input/ output: 1x headphone-out, 3x USB 3.0, 1x HDMI, 1x Mini VGA (Display Port), 1x SD
    card reader
    Dimensi fisik: 325 x 223 x 5.5-18 mm (PxLxT)
    Bobot: 1,45 kg


    M. ANDI PURWANTO (XII IPS SMA WALISONGO)
    dirangkum dari berbagai sumber di internet

    Tampilan Office 2013

    Microsoft akhirnya resmi melepas software perkantoran Office 2013 ke pasar global pada Selasa (29/1/2013).

    Microsoft melakukan perubahan pada tampilan antarmuka Office 2013. Desainnya terlihat lebih bersih, lebih modern, dan mengadopsi tampilan Windows 8 yang terkenal dengan unsur kotak-kotak. Office 2013 juga dimaksimalkan untuk navigasi layar sentuh.

    Untuk Word dan Excel, pilihan menu dan fitur yang berada di bagian atas, atau yang biasa disebut Ribbon (pita), sekilas tak mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dengan Office 2010. Perubahan besar terjadi pada susunan menu di PowerPoint. Berikut adalah tampilan antarmuka software Office 2013:

    MS Word

    MS Excel

    MS PowerPoint

    OneNote

    Satu lisensi Office 2013 hanya boleh digunakan untuk satu komputer pribadi. Office 2013 dapat dimiliki dengan membayar satu kali di awal, tak perlu berlangganan per bulan ataupun per tahun seperti Office 365 yang memberi tambahan layanan cloud dan video call Skype.

    Microsoft merilis Office 2013 dalam 3 edisi. Edisi Professional adalah yang tertinggi, dengan layanan aplikasi terlengkap. Untuk mengetahui lebih lanjut soal perbedaan di setiap edisi Office 2013, simak perbedaannya berikut ini.

    1. Office Home and Student 2013, termasuk aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote. Harganya 139,99 dollar AS.

    2. Office Home and Business 2013. Di dalamnya mencakup semua layanan di edisi Home and Student 2013 ditambah Outlook. Edisi ini bisa didapat dengan harga 219,99 dollar AS.

    3. Office Professional 2013 dibanderol dengan harga 399,99 dollar AS dan menyajikan semua aplikasi yang ada di edisi Home and Business 2013, ditambah Access dan Publisher. (M. Andi Purwanto/XII IPS)

    (Dirangkum dari berbagai sumber di internet)

    Seperti Apa Laptop Masa Depan Versi Intel?

    Seperti apakah laptop masa depan yang akan muncul satu tahun dari sekarang? Intel memiliki visi tentang hal tersebut dan membeberkannya di ajang pameran CES 2013.

    Laptop masa depan yang dimaksud raksasa produsen prosesor itu datang dalam bentuk "North Cape", sebuah laptop prototipe yang dibuat untuk menunjukkan konsep laptop masa depan Intel, khususnya prosesor Core generasi keempat (Haswell) yang dijadwalkan dirilis pada pertengahan tahun ini.

    Seperti dilaporkan oleh Mashable, North Cape memiliki layar touchscreen berukuran 13,3 inci yang bisa dilepas untuk dijadikan perangkat tablet. Area display pada layar itu sangat lebar sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk menggenggam tablet dengan jemari tangan.

    Namun, hal itu ternyata bukan masalah. Hanya dengan menekan satu tombol, maka area displaypada layar North Cape akan mengecil menjadi 11 inci sehingga bisa dioperasikan sebagai tablet dengan lebih nyaman.

    Inovasi lainnya yang tak kalah signifikan adalah daya tahan baterai yang luar biasa, mencapai 13 jam, apabila laptop yang bersangkutan terhubung ke docking keyboard (baterai tersimpan dalam layar dan modul dock).

    Daya tahan baterai ini dihasilkan oleh chip yang hemat daya bikinan Intel. Prosesor Ultrabook yang diluncurkan tahun lalu rata-rata mengonsumsi daya sebesar 17 watt. Intel mengurangi angka itu menjadi hanya 7 watt saja pada beberapa prosesor, seperti yang dipakai oleh Lenovo Yoga 11S. Konsumsi daya Haswell yang akan dipakai oleh produk-produk laptop masa depan ini bahkan lebih kecil lagi.

    Turut melengkapi laptop konsep masa depan ini, Intel menanamkan dua port USB 3.0, satu konektor HDMI, dan sebuah jack adaptor proprietary di bagian belakang docking untuk keyboard. (M. Andi Purwanto/XII IPS)

    (Dirangkum dari berbagai sumber di internet)

    Bumi Bakal Miskin Hujan Di Masa Depan

    Pakar iklim dunia memperkirakan, Bumi akan mengalami lebih sedikit hujan di masa depan kaena pemanasan global. Fenomena tersebut berbeda dengan pemanasan di masa lalu yang justru meningkatkan curah hujan.

    Dalam publikasi di jurnal Nature, ilmuwan mengungkapkan bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan radiasi Matahari

    Menurut para ilmuwan, perbedaan tersebut disebabkan karena gas rumah kaca memicu pemanasan pada zona atmosfer berbada. Gas rumah kaca memperkecil perbedaan temperatur antar lapisan atmosfer. Atmosfer menjadi lebih stabil sehingga curah hujan menurun .

    “Untuk peningkatan temperatur yang sama, pemanasan akibat radiasi Matahari saja akan memicu curah hujan lebih tinggi dari pada gas rumah kaca, “papar peneliti dalam publikasinya di Nature,seperti dikutip AFP.

    “Dengan lebih sedikit curah hujan (akibat pemanasan karena gas rumah kaca) maka berarti secara rata-rata ada potensi peningkatan kekeringan, “kata Bin Wang, peneliti dari Internasional Pasific Research Center,University of Hawaii,yang terlibat riset.

    Radiasi Matahari bisa meningkat karena aktivitas vulkanik, label aerosol di atmosfer, dan perubahan orbit Bumi terhadap Matahari. Hasil riset ini menunjukan adanya potensi turunnya curah hujan di masa depan secara global, bukan lokal. (Nur Arisa)

    Sumber : kompas.com

    Komputer "Jangkrik" Sebabkan Listrik Boros

    Oleh: Nur Arisa

    Sudah menjadi rahasia umum, jika harga personal computer (PC) destop rakitan atau yang dikenal dengan komputer “jangkrik” jauh lebih ekonomis dibandingf harga kompuer PC destop pabrikan seperti hewlett packard (HP) atau dell.

    Namun, tahukah anda, jika sebenarnya para pengguna tidak menyadari, jika pengeluaran rutin PC desktop rakitan jauh lebih besar dibanding PC desktop pabrikan, seperti biaya perawatan dan pengeluaran listrik.

    Hal tersebut diungkapkan Market Development Manager Personal System Group HP Indonesia, Jane Ritonga belum lama ini Jakarta, saat peluncuran komputer PC desktop HP Pavillion p2. “Sekitar 92% komputer PC desktop di indonesia adalah komputer rakitan karna murah meriah “katanya.

    Perihal borosnya listrik, Jane mengungkapkan hal tersebut merupakan kenyataan yang ia temukan di lapangan. Jane mengatakan komputer PC desktop rakitan lebih banyak memakan daya listrik sebesar 300 watt sedangkan komputer PC desktop pabrikan terbaru hanya menghabiskan sekitar 90 watt sehingga jauh lebih ramah lingkungan dan pembayaran listrik lebih murah.

    Kualitas komputer PC desktop rakitan masih diragukan karena belum teruji kemampuannya dan dirakit bukan oleh tenaga profesional. “Kelebihan lainnya dare PC desktop pabrikan adalah memiliki garansi resmi dan suku cadangan atau komponen asl, “ ujarnya.

    Sumber : Antara/Teddy Kurniawan

    Misteri Segitiga Bermuda


    Oleh: Sonikatul Khoiriyah 

    Beberapa ilmuwan Amerika Serikat dan Perancis serta negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar Segitiga Bermuda,Samudera Atlantik. Hasil survey mereka melakukan sebuah Segitiga Piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang, berada di bawah ombak yang menggelora.

    Panjang sisi dasar Piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibanding dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Diatas piramida terdapat 2 buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut.penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub. Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup di dasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang  dahsyat, dan tenggelam  ke dasar laut seiring dengan perubahan di dasar .

    Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivas bangsa Atlantik, dan Piramida didasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

    Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantik pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya.

    Piramida ini bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui. Struktur pada bagian dalamnya dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya. Benarkah demikian? Master Li Hongzi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut: “Diatas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika, dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun."

    Dapat diketahui pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun.

    Namun di banyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut. Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.

    (Dirangkum dari berbagai sumber)

    *) Salah seorang siswi kelas XI IPS SMA Walisongo Pecangaan

    Vaio T Series, Ultrabook "Lengkap" dari Sony

    Sony resmi memasarkan komputer jinjing ultrabook perdananya di Indonesia. Meski terbilang telat bermain di kancah ultrabook, Sony membawa fitur yang memberi nilai lebih pada produknya.

    Sony Vaio seri T, dibekali dengan konektivitas paling lengkap, jika dibandingkan dengan produk kompetitor. Fitur inilah yang paling digadang-gadang Sony dalam strategi mempromosikan Vaio seri T.

    Konektivitas



    Vaio seri T adalah ultrabook juara dalam ketersediaan konektivitas. Di sisi kanannya ada port jackaudio 3,5mm, slot memori stick dan SD card, HDMI, VGA output dan ethernet LAN RJ45.

    Kebanyakan ultrabook dari kompetitor memang tak menyediakan port VGA output. Sedangkan Sony, berani menghadirkan VGA output pada ultrabook-nya. Namun, akibat hal ini, desain Vaio seri T menjadi sedikit lebih tebal, yakni 17,8mm.

    Sedangkan di sisi kirinya ada dua port USB, meliputi USB 2.0 dan USB 3.0, serta port pengisi daya baterai.

    Desain

    Vaio seri T tersedia dalam dalam dua versi, yang mengacu pada perbedaan ukuran layar dan spesifikasi prosesor. Vaio T11 yang dibanderol dengan harga Rp 9 juta, memiliki layar 11 inci dan dibekali prosesor Intel Core i5 kecepatan 1,7GHz. Versi inilah yang dijajal KompasTekno.

    Ada pula versi Vaio T13, memiliki layar 13 inci dan prosesor Intel Core i7. Versi ini dihargai Rp 11 juta. Kedua versi ini telah menggunakan prosesor Intel Core i generasi tiga, kode nama Ivy Bridge.

    Lubang udara terletak di sebelah kiri dan bagian bawah ultrabook. Baterainya tidak bisa dibuka-pasang. Ultrabook ini terbuat dari materi alumunium yang membuatnya terkesan kokoh. Namun sayang, materi alumunium pula yang menambah berat bobotnya, yakni 1,6kg, untuk versi 11 inci.

    Tidak seperti ultrabook pada umumnya yang lebih tipis di bagian depan, ketebalan bagian depan dan belakang Vaio seri T ini dibuat sama, yakni 17.8mm. Secara keseluruhan, desain Vaio seri T kurang dinamis. Setiap lekukan dan sudutnya terkesan kaku.

    Tombol-tombol pada keyboard diberi warna hitam. Jarak yang renggang serta tombol yang empuk membuat jemari ini nyaman menari di atasnya. Touch pad pada Vaio seri T didesain cukup luas. Ia mendukung multi-touch sehingga dapat melakukan pinch (cubit) untuk zoom in dan zoom out.

    Seperti laptop Vaio versi terbaru lainnya, Vaio seri T juga memiliki tiga tombol fisik jalan pintas tambahan yakni tombol Assist, Web dan Vaio. Ketiga tombol ini berada di atas tombol F.

    Layar dan performa

    Layar Vaio seri T masuk kategori high definition (HD). Meski resolusi layarnya terbilang tinggi 1366 x 768 pixel dengan dukungan kartu grafis terintegrasi Intel HD 4000, namun kualitas layarnya kurang tajam dan kurang jernih.

    Ultrabook ini masih kuat menjalankan game kelas sedang, seperti Mass Effect 3. Dengan ukuran layar native (1366 x 768 pixel), ia mampu memainkan game Mass Effect 3 dengan lancar.

    Untuk memutar video HD pun tak ada masalah, dan cukup memuaskan. Mata Anda tidak akan "sakit" ketika kecerahan layar disetel pada tingkat tertinggi.

    Salah satu alasan Sony menunda peluncuran Vaio seri T, karena menunggu kedatangan prosesor Intel generasi ketiga, Ivy Bridge. Ini langkah yang tepat, performa Vaio seri T terasa gegas untuk membuka Windows Explorer ataupun software baru, berkat prosesor Core i dan RAM 4GB.

    Pun demikian dengan kecepatan proses transfer data, karena ultrabook ini telah menggunakan media penyimpanan data solid state drive (SSD) berkapasitas 128GB dan dukungan port USB 3.0. Secara teoritis, transfer data dari port USB 3.0 lebih cepat 10 kali lipat dibanding USB 2.0.

    Sony membawa serta sistem operasi Windows 7 Home Premium pada Vaio seri T. Tak hanya itu, ada pula software bawaan Adobe Photoshop Elements 10, Microsoft Office Starter 2010, Evernote for Vaio, dan beberapa software pendukung dari Vaio.

    Daya tahan baterai
    Saat memainkan game Mass Effect 3, Vaio seri T mampu bertahan selama 2 jam lebih. Sementara jika digunakan untuk mengetik dan terkoneksi internet melalui Wi-Fi, ia mampu bertahan sekitar 4 hingga 5 jam.

    Fitur lainnya
    Sony menyertai teknologi Rapid Wake + Eco pada Vaio seri T. Pengguna cukup menutup ultrabook untuk membuatnya dalam posisi sleep. Begitu dibuka, ultrabook menyala kembali dalam waktu 2 detik.

    Kesimpulan

    Kelebihan
    + Performa mantap, menggunakan prosesor Intel Core i generasi tiga (Ivy Bridge)
    + Konektivitas paling lengkap
    + Baterai tahan lama
    + Kuat untuk menjalankan game kelas sedang
    + Harga relatif terjangkau untuk ukuran ultabook

    Kekurangan
    - Layar kurang memuaskan
    - Bahan alumunium membuat bobotnya berat
    - Desain kaku, kurang dinamis

    Spesifikasi Sony Vaio seri T
    Prosesor
    - Vaio T11: Prosesor Intel Core i5 (Ivy Bridge) kecepatan 1,7GHz.
    - Vaio T13: Prosesor Intel Core i7 (Ivy Bridge) kecepatan 1,9GHz
    Resolusi layar 1366 x 768 pixel
    RAM 4GB DDR3
    Media penyimpanan data Solid State Drive (SSD) 128GB
    Kartu grafis terintegrasi Intel HD 4000
    Konektivitas port jack audio 3,5mm, slot memori stick dan SD card, HDMI, VGA output dan ethernet LAN RJ45, 1 buah port USB 2.0 dan 1 buah USB 3.0, Wi-Fi, bluetooth
    Sistem operasi Windows 7 Home Premium
    Web camera 1,3MP
    Dimensi dan bobot
    - Vaio T11: 297.0 x 17.8 x 214.5 mm, bobot 1,32kg
    - Vaio T13: 323.0 x 17.8 x 226.0 mm, bobot 1,6kg
    Harga
    - Vaio T11: Rp 9 juta
    - Vaio T13: Rp 11 juta

    M. ANDI PURWANTO (XII IPS SMA WALISONGO)
    dirangkum dari berbagai sumber di internet

     
    Copyright © 2013. Gema Smawas - All Rights Reserved
    Didukung oleh Blogger