Headlines News :
  • Tampilkan postingan dengan label Pojok Tawa. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pojok Tawa. Tampilkan semua postingan

    Becak Dilarang Masuk

    Konon,  ada tukang becak dengan seorang penumpangnya sengaja mengendarai becaknya dengan menerobos jalan yang ada rambu-rambu bergambarkan becak dengan garis silang hitam yang artinya becak tak boleh memasuki kawasan itu. Bahkan, di bawah rambu-rambu itu jelas terbaca: Becak Dilarang Masuk.

    Seorang polisi yang kebetulan ada di dekat rambu-rambu tersebut segera meniup peluitnya dan menyuruh becak tersebut untuk berhenti. Lalu, polisi itu segera menginterogasi tukang becak.

    “Pak, apa Bapak tidak melihat rambu-rambu itu?” tanya Pak Polisi. “Ya….saya melihatnya,” tukas si tukang becak. “Lalu mengapa tetap menerobos jalan? Padahal rambu-rambu itu kan jelas, bahwa becak tidak boleh masuk. Bahkan, ada gambar becaknya,” kata polisi menjelaskan. “Tapi di gambar itu kan becaknya nggak ada pengemudinya. Becak saya kan ada pengemudinya, saya!” kata tukang becak seakan tidak bersalah.

    “Pak, Bapak tidak lihat di bawahnya ada tulisan: Bacak Dilarang Masuk!” kembali Polisi berusaha menjelaskan. “Saya melihat, tapi tak bisa membaca! Kalau bisa membaca, saya pasti jadi polisi seperti sampeyan, nggak jadi tukang becak!” kembali tukang becak ngeles atas kesalahannya. “Ya udah pergi sana!!!” kata Pak Polisi kesal…….

    Partai Tolak Angin

    Tiga hari sebelum dilaksanakan kampanye, seorang politikus diwawancarai oleh sejumlah wartawan tentang peluang partai-partai yang akan bersaing dalam Pemilu.

    “Pak, bagaimana peluang para Parpol kita dalam Pemilu mendatang?” tanya wartawan.

    “Sekarang susah ditebak. Karena sekarang kan Pemilu dilaksankan secara langsung. Jadi, ya kita tunggu saja,” jawab politikus.

    “Tampaknya dalam setiap kampanye, Parpol-Parpol tersebut selalu membodohi rakyat. Bagaimana pendapat Anda?” tanya wartawan.

    “Ya…kalau rakyatnya pinter, mereka pasti milih Tolak Angin. Orang pinter kam milih Tolak Angin…he he he, ” jawab politikus menirukan iklan di TV.

    “Berarti ada Partai Tolak Angin? ha ha ha ha,” timpal wartawan.

    Anggota DPR dan Pilot Penyabu


    Guru : “Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?”

    Murid-murid menjawab serempak dan tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Bu!”
     
    Copyright © 2013. Gema Smawas - All Rights Reserved
    Didukung oleh Blogger