Headlines News :
  • Kisah Lucu: Periksa Sperma

    Seorang kakek tua berusia 85 tahun pergi mengunjungi dokter kelamin untuk memeriksa kandungan spermanya. Sang dokter mengambil sebuah toples kecil dan berkata, "Bawa toples kecil ini pulang, dan bawa kembali esok hari dengan contoh sperma Anda di dalamnya."

    Keesokannya kakek tua tersebut datang kembali ke klinik dan memberikan toples kecil itu kepada sang dokter. Akan tetapi toples kecil itu masih kosong seperti kemarin, bersih dan tidak ada sedikit sperma pun d idalamnya.

    Sang dokter bertanya mengapa toples itu masih kosong, dan sang kakek tua menjawab, "Begini dok, saya sudah coba dengan tangan kanan saya, tapi tidak bisa. Saya coba dengan tangan kiri saya, tetap tidak bisa."

    "Lalu saya minta bantuan isteri saya. Ia gunakan tangan kanannya, tidak bisa. Ia gunakan tangan kirinya, tetap tidak bisa. Istri saya mencoba dengan mulut, tapi masih tidak bisa juga," ungkap sang Kakek

    "Kami akhirnya memanggil Arlin gadis tetangga sebelah. Ia mencoba dengan tangan kanan, tapi tidak bisa. Ia mencoba dengan tangan kiri, tetap tidak bisa. Ia mencoba dengan kedua tangannya, masih tidak bisa juga. Dicoba diapit dengan ketiak Arlin masih tidak bisa juga. Bahkan Arlin sudah mencoba dengan menjepit di antara kedua pahanya, tetapi tidak bisa juga," ungkap kakek tua.

    "Bapak sampai minta bantuan gadis tetangga sebelah???," tanya sang dokter sambil takjub.

    "Iya, dan sampai sekarang saya, istri saya dan Arlin      tetap tidak bisa membuka tutup toples        ini," jelas kakek tua.

    Kegiatan Buka Bersama



    Pada kegiatan bulan ramadhan di sma walisongo pecangaan jepara (01/08/2013) mengadakan bukber “Buka Bersama” acara tersebut sangat meriah, karena dihadiri oleh dewan guru, pengurus osis, alumni dan perwakilan masing masing kelas dan diisi dengan Qultum yang bertemakan  “hikmah berpuasa” yang disampaikan oleh bapak ahmad kuat.


     Menurut beliau Hikmah Berpuasa Meliputi : Melatih kedisiplinan yakni melatih diri sendiri untuk melaksanakan rukun islam yang keempat yaitu “Puasa”, Melatih kesabaran yakni menahan hawa nafsu, amarah, lapar dan dahaga selama berpuasa, Menumbuhkan jiwa kepedulian bagi kaum duafa, Menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama untuk saling berbagi

    Semoga Qultum tersebut bermanfaat bagi bagi yang mendengarkannya, dan semoga kegiatan bukber tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.

    LPM Edukasi Gelar Kompetisi Pers Siswa se-Jateng dan DIY

    SEMARANG, lpmedukasi.com – Senin (1/7) LPM Edukasi kembali menggelar kegiatan yang masuk dalam serangkaian Harlah ke 30 tahun di Auditorium 1 Kampus 1 IAIN Walisongo. Kegiatan yang bertajuk Kompetisi Pers Siswa Tingkat SMA dan Sederajat itu pun meriah karena ruang lingkupnya se-Jawa Tengah dan DIY.


    Kompetisi yang baru pertama kali dihelat oleh LPM Edukasi ini pun melombakan empat kategori lomba yaitu kategori majalah siswa, bulletin siswa, cyber media dan majalah dinding. Kompetisi yang diikuti 78 peserta dari masing-masing sekolah se-Jateng dan DIY ini berhasil menjaring 15 nominator pada tahap pertama untuk mengikuti grand final dengan konsep presentasi produk dan karya yang telah mereka buat sebelumnya. Dari nominator tersebut dihasilkan satu pemenang dari tiap kategori lomba.


    Tanggapan apresiatif pun muncul dari dewan juri yang menilai orisinalitas karya siswa-siswa ini, seperti yang diungkapkan Saronji, “saya begitu senang melihat anak-anak madrasah yang sudah pandai mengolah media online” terang redaktur senior Suara Merdeka ini. Dilain session, Asep Cuwantoro yang juga didaulat menjadi juri pun mengungkapkan bahwa kegiatan tulis-menulis dikalangan siswa harus terus digalakkan. Agar kompetensi siswa tidak hanya seputar mata pelajaran saja, tetapi kompentensi menjadi juru warta juga harus diasah sedini mungkin.


    Sementara itu Heri Candra juga menambahkan, “Orisinalitas karya siswa-siswa ini harus dipertahankan, jangan sampai karya sebagus ini hasil jiplak dari internet seperti kebanyakan orang saat ini. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan oleh LPM Edukasi”. Imbuh pria yang sehari-hari aktif di Aliansi Jurnalis Independen Semarang ini.


    Di akhir acara, pengumuman pemenang yang telah ditunggu-tunggu pun datang. Peserta yang sudah tampak tegang pun dengan seksama nenanti moment puncak ini. Dan akhirnya saatnya untuk pengumuman kategori paling bergengsi, yaitu :
     
                        Untuk kategori pertama yaitu Majalah Siswa :
                             Juara I diraih oleh MAN 2 Semarang 
                             Juara II diraih oleh SMAN 8 Yogyakarta
                             Juara III diraih oleh MA NU TBS Kudus 
                             Juara IV diraih oleh MA NU Muallimat Kudus.
                        Sementara untuk kategori Bulletin Siswa :
                             Juara I diraih oleh MA Tarbiyatul Banin Pati
                             Juara II diraih oleh MA Simbang Kulon Pekalongan
                             Juara III diraih oleh MA NU TBS Kudus
          
                        Untuk kategori Blog / Cyber Media :
                             Juara I diraih oleh MA Al-Hikmah 2 Terpadu Brebes
                             Juara II diraih oleh SMA Walisongo Pecangaan Jepaea
                             Juara III diraih oleh MA NU TBS Kudus

                        Dan kategori terakhir, yaitu Mading :
                            Juara I diraih oleh SMA 3 Surakarta
                            Juara II diraih oleh MA Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara 
                            Juara III diraih oleh MA Tajul Ulum Grobogan 
     

    Di sela-sela uforia pengumuman, pimpinan umum LPM Edukasi, Andi Hachim pun memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah ikut kompetisi ini dan datang jauh-jauh dari daerah masing-masing untuk menunjukkan karya mereka. “Kita sangat bangga terhadap kalian yang telah meluangkan waktu liburan untuk kegiatan yang bermanfaat seperti ini. Semoga yang kalah tidak kecewa dan memacu motivasi untuk menghasilkan karya yang lebih bagus dari saat ini” tuturnya diakhir sambutan.



    Sumber :
    LPM Edukasi

    Asal-Usul dan Teori Tentang Virus HIV/AIDS

    Oleh : Miswawtun Khasanah 

    Perdebatan seputar asal usul AIDS telah sangat menarik perhatian dan sengketa sejak awal epidemi. Namun, bahaya mencoba mengenali dari mana AIDS berasal. Orang-orang dapat menggunakannya sebagai bahan perdebatan untuk menyalahkan kelompok tertentu atau gaya hidup. Kasus AIDS pertama ditemukan di AS pada 1981, tetapi kasus tersebut hanya sedikit memberi informasi tentang sumber penyakit ini. Sekarang ada bukti jelas bahwa AIDS disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HIV. Jadi untuk menemukan sumber AIDS kita perlu mencari asal usul HIV.

    Asal usul HIV bukan hanya menyangkut masalah akademik, karena tidak hanya memahami dari mana asal virus tersebut tetapi juga bagaimana virus ini berkembang menjadi penting sekali untuk mengembangkan vaksin HIV dan pengobatan yang lebih efektif. Juga, pengetahuan tentang bagaimana epidemi AIDS timbul menjadi penting dalam menentukan bentuk epidemi di masa depan serta mengembangkan pendidikan dan program pencegahan yang efektif.

    Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu.

    Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapkan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.

    1.”Teori Monyet Hijau”

    Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam.

    Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. 

    Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.

    2. “Pohon keturunan”

    Filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui supercomputer di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah ‘melompati spesies’, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.
     
    Copyright © 2013. Gema Smawas - All Rights Reserved
    Didukung oleh Blogger